Alat Musik Tradisional dari Maluku Utara
Diceritakan bahwa ada tiga bersaudara, mereka terlibat dalam peperangan di Hatubanggali. Setelah peperangan usai, ketiganya meneruskan perjalanan dan berlayar ke selatan. Yang sulung yaitu Kara (Teminolle) turun di Tamilou (Seram) dan menetap disitu. Yang kedua turun di pantai Ouw pulau Saparua dan menetap di Siri-sori yaitu Korale (Simapole). Yang bungsu yaitu Kora (Silaloi) meneruskan perjalanan dengan kora-koranyake pulau Ambon dan tiba pada sebuah gunung atau bukit yang disebut gunung (puncak) Maut. Tempat ini merupakan pemukiman orang-orang Hutumuri yang pertama dan negeri lama ini disebut pula dengan nama Lounussa yang artinya tiba atau mencari pulau.

Saat ini keberadaan Fu perlahan terkikis bahkan hampir hilang kegunaannya. Fu lebih banyak disimpan menjadi pajangan di museum. Ada beberapa desa yang melestarikan Fu, seperti desa Sirisori, Amalatu dan desa hutumuri yang masih melestarikan musik ini sehingga fungsinya tetap terlaksana dengan baik.
.
Tidak ada komentar: